Internet kini berkembang dengan pesat. Jumlah hacker, cracker, dan semacamnya tentu juga semakin meningkat. Sehingga pengguna yang memenfaatkan teknologi informasi (TI) dan jeringan komputer, kita tidak bisa terlena dengan kondisi di mana jaringan kita masih dalam kondisi aman tanpa gangguan.

Di saat sebuah jaringan komputer berfungsi dan mulai terhubung ke internet, saat itulah administrator ataupun pengguna di dalam jaringan bertugas harus mulai siap siaga.

Strategi dan cara untuk menjaga jaringan komputer mereka dalam kondisi aman (secure) harus segera dipikirkan dan diimplementasikan. Ini untuk mengingat security pada sebuah sistem bukan hanya masalja teknis saja, melainkan terdiri dari tiga aspek, yakni pengguna prses, dan teknologi.

Dari sisi proses, salah satu dari sekian banyak cara untuk mengamankan jaringan yang kita miliki tentunya adalah memberikan akses tertentu pada setiap pengguna yang akan terhubung ke dalam jaringan.

Di bidang sekyuriti, hak ases sendiri meruoakan hal yang paling mendasar. Seperti individu yang terhubung ke dalam sistem TI baik sebagai guest, user sampai administrator tentu harus diberikan akses tertentu untuk menunjang tugas individu tersebut.

Seorang pengguna yang hanya memiliki hak akses guest, misalnya, hanya memiliki hak akses sangat minimal. Ia hanya dapat membuka dokumen tersebut dan mengakses satu-dua apalikasi saja. Tidak ada akses untuk mengoperasikan browser, instant messanging, ataupun instalasi software apa pu. Dengan demikian, kemungkinan pengguna  tersebut untuk melakukan hal-hal yang membahayakan keamanan jaringan komputer terseburt dapat diminimalisasi.

Hak akses minimum ini juga akan membuat para penyusuo dari internet atau orang yang tidak bertanggung jawab yang hasil mendapatkan psaaword milik pengguna tersebut tidak dapat berbuat banyak ketika mereka berhasil menebus jaringan. Di sisi hak akses minimum tersebut juga akan mengurangi bahaya adanya duri dala daging, baik yang secara sengaja ataupun tidak disengaja, yang dapat membahayakan keamanan sistem.

Hak Akses

Sedikit kekurangan yang ada pada sistem pemberian hak akses terutama dalam jariangan ini adalah kemingkinan munculnya rasa tidak nyaman oleh uses terutama karena terbatasnya akses yang dimiliki.

Kerugain

Untuk meminimalisasi kemungkinan ancaman keamanan pada sebuah sistem adalah dengan tidak memperbolehkan pengguna menghubungkan media simpanan portabel ke komputer ataupun notebook yang terhubung ke jaringan. Larangan untuk tidak menggunakan USB flase disk pad PC kerja, menginstalasikan software yang tidak direkomendasikan.

Seperti diketahui, metode penyebaran virus, worm, ataupun trojan yang paling besar di Indonesia adalah melalu perangkat USB flash disk ataupun kartu memori berbasis flash lainya. Dengan mematikan berbagai port uSB pada komputer di jaringan, hal ini juga dapat membantu pengamanan jaringan.

Faktor keamanan dalam jaringan ini memang merupakan hal yang sangat penting. Merupakan sebuah studi yang dilakukan oleh US Secret Service dan Carnegie Mellon’s  Software Enginnering Institute tahun 2006, ditemukan bahwa 81 persen masalh keamanan yang dialami perusahaan.

Aspek terakhir adalah teknologi yang merupakan basisi semua aspek. Jika teknologi yang dipakai sudah merupakan teknologi yang aman, maka tentunaya akan membaut si pengguna tidak merasa khawatir dan proses lebih lancar.

Keamanan Sistem Infoemasi dengan Steganografi dan Kfiptografi

Keamanan sistem informasi meruapkan salah satu aspek yang sangat penting untuk diperhatikan saat ini. Dimana kemajuan teknologi informasi telah berkembang dengan pesat sehingga menjadikan sebagai suatu lahan baru bagi pelaku tindak kriminal untuk menjalankan aksinya. Berbicara mengenai kajahatan dunia maya (cyber crime) sepertinya tidak akan ada habisnya mengingat teknik dan modus operasinya akan selalu berkembang seiring kemajuan teknologi informasi sendiri. Namun satu hal yang perlu digarisbawahi, pengetahuan dasr mengenai metode pengamanan informasi merupakan kunci bagi pelaku IT untuk mengambil tindakan preventive terhada[ kemungkinan-kemungkinan terjadijanya kejahatan cyber. Utuk itu pengamanan data informasi sangat penting.

  1. Steganografi

Steganografi adalah seni atau teknik menyembunyikan data atau informasi atau pesan ke dalam pesan lainya.

  1. Kriptografi

Kriptografi adalah teknik mengubah informasi atau pesann teks (plaintext) menjadi sebauh informasi atau pesan rahasia (ciphertext). Proses merubah plaintext menjadi ciphertext itu desebut enkripsi, sedangkan proses merubah atau  menerjemahkan ciphertext menjadi plaintext disebut desripsi.

Keamanan teknologi informasi saja rasanya kurang kita keaman data tidak terlindungi. Ada bebrapa aspek untuk keaman data.

  1. Keamanan fisik, yang perlu di pikirkan bahwa keamanan komputer server kita adalah pintu masuk atau keluarnya dari sistem informasi, misalnya jika ada seseorang yang iseng atau berniay jahat, server kita bisa di padamkan atau mungkin bisa di bawa lari olah orang.
  2. Keamanan personal, dalam sebuah buku yang dikarang oleh seorang hacker, ternyata salah satu cara agar hacker tersebut dapat menembus keamanan sistem informasi dan komunikasi adalah dengan pendekatan personal atau sosialisasi yang baik dengan karyawan atau operator pengguna sistem. Atau juga ada hacker yang berpura-pura sebagai karyawan suatu perusahaan dan meminta system Administrator untuk mengubah password seorang operator. Dengan demikian hacker tersebut dapat memperoleh passwor dari operator. Banyak cara yang dilakukan oleh hacker dan cracker untuk membobol sistem dari pendekatan personal, baik dengan cara halus, cara cantik, maupun cara paksa.
  3. Keamanan data. Data adalah bagian yang vital. Perlu pengamanan ektra. Suatu sistem yang lugu. Perlu ditambah prosedure keamanan untuk data tersebut, yakni prosedur backup atau replikasi. Betapa pentingnya masalah keamanan data ini sampai menjadi bisnis di bidang TIK (teknologi informasi dan komunikasi) yang berdiri sendiri.
  4. Keamanan Komunikasi Jaringan. Keamanan komunikasi jaringan juga masalah yang penting. Apabila sekarnag teknologi wireless sedang marak-maraknya. Pada saat teknologi wireless merupakan jaringan yang paling rentan terhadap gangguan dan perusakan. Telepas dari semua itu, keamanan jaringan komunikasi juga sangat vital. Bentuknya bisa penyusupan ke jaringan, gangguan jaringan (flooding), bahkan perusakan sarana dan prasarana komunikasi jaringan (vandalism).
  5. Keamanan Prosedur Operasi. Jalas harus ada aturan baku untuk prosedur operasional suatu sistem. Perlu ditingkatkan keamanan untuk prosedur operasional.
  6. Keamanan Desain Sistem. Yang dimaksud dengan keamnan desain sistem adalah bagaimana desain sistem teknologi informasi dan komunikasi dapat menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Keamanan desain ini dapat berupa desain software, sistem operasi, harware, dan jaringan.
  7. Keamanan Hukum. Isu keamnan hukum menjadi marak sejak diberdirikanya UU HAKI (hak atas kekayaan intelektual) di indonesia. Terkuak sudah banyaknya pelanggaran hukum atas penggunaan produk-produk bajakan.