1. Kenali Sebab Sakit Kepala Anda

Ada banyak sekali jenis sakit kepala. Mulai dari yang tidak perlu dikhawatirkan sampai pada sakit kepala yang merupakan gejala penyakit serius. Oleh karena itu kenali jenis sakit kepala Anda, agar dapat mengantisipasinya.

Sakit kepala memiliki kecenderungan untuk diturunkan dalam keluarga. Sakit kepala dapat disebabkan karena faktor lingkungan dalam rumah, alergi makanan atau jenis aroma tertentu, stres, polusi, suara bising, penerangan, dan perubahan cuaca.

  1. Sakit Kepala Primer
    1. Sakit Kepala harian kronis
      Sakit kepala ini terjadi akibat kontraksi otot. Jenis ini merupakan yang paling umum terjadi dan hampir menjadi penyebab utama sakit kepala. Sakit kepala jenis ini dapat menyebabkan rasa sakit ringan hingga sedang, sering datang dan pergi. Sakit kepala ini melibatkan menegangnya otot wajah, leher, dan kulit kepala.
    2. Migran
      Rasa sakit berasal dari syaraf otak dan berkaitan dengan perubahan pada otak. Rasa sakit yang diderita bisa sedang hingga parah, sering digambarkan sebagai rasa sakit seperti dihantam dan berdenyut-denyut. Migren dapat bertahan dalam waktu yang cukup lama, dan biasanya terjadi dalam 1 hingga 4 kali per bulan. Migren sering dihubungkan dengan masalah sensivitas pada cahaya, suara bising, aroma, mual atau muntah, sakit pada perut, dan kehilangan selera makan.
    3. Sakit Kepala gabungan
      Merupakan kombinasi antara migran dan sakit kepala akibat kontraksi otot.
    4. Sakit kepala Cluster
      Merupakan jenis yang tidak umum, namun paling parah dalam kelompok ini. Rasa sakit yang diderita intens dan sering digambarkan terasa panas atau ditusuk benda tajam berulang-ulang dan konstan. Rasa sakit yang berlebih membuat penderitanya tidak dapat duduk diam saat sakit menyerang. Rasa sakit yang timbul biasanya berada di belakang salah satu mata atau di sekitar mata, dan dalam 1 hari dapat menyerang 2 / 3 kali. Sakit kepala jenis ini dapat bertahan 2 minggu sampai 3 bulan, namun dapat hilang begitu saja dan muncul kembali.

  2. Sakit Kepala Sekunder
    1. Sakit Kepala akibat Sinus
      Rasa sakitnya konstan dan biasanya terjadi pada tulang pipi, kening, atau tulang hidung bagian atas. Rasa sakitnya dapat bertambah parah jika kepala digerakan secara tiba-tiba. Dapat juga terjadi dengan gejala sinus lainnya, seperti hidung berair, telinga terasa penuh, demam dan bengkak pada wajah.
    2. Sakit Kepala akibat hormon
      Sakit kepala ini dihubungkan pda perubahan level hormon yang terjadi saat menstruasi, kehamilan, dan menopouse. Perubahan hormon ini disebabkan oleh zat kimia, seperti pil KB.
    3. Sakit Kepala progresif kronis
      Sakit kepala ini disebut juga sakit kepala radang, dan merupakan jenis kepala yang tidak umum. Dapat terjadi akibat penyakit atau kelainan pada otak atau tengkorak.
  • Jangan Sering Minum Obak Sakit Kepala
    Minum obat sakit kepala tidak menyelesaikan masalah.Jika bukan penyakitnya yang diatasi, malah justru menimbulkan masalah baru. Pasien harus memikul efek samping, keracunan, atau kelebihan dosis obat sakit kepala.

    Obat analgesic-antipyretic ada beberapa jenis. Selain buat nyeri dan demam, jenis yang tergolong obat encok bisa meredakan nyeri selain mengatasi peradangan sendi juga. Obat analgesic-antipyretic dipilah sesuai dengan kekuatan antinyeri dan antidemamnya. Ada jenis yang lebih kuat menghilangkan nyeri, ada pula jenis yang lebih kuat meredakan demamnya. Jenis obat dipilih sesuai kebutuhan kasusnya.

    Jika dihimpun, efek samping, keracunan, kelebihan dosis, maupun akibat pemakaian lama, obat analgesic-antipyretic umumnya mengganggu pencernaan. Pasien maag perlu berhati-hati mengonsumsi obat jenis ini. Selain berisiko menimbulkan perdarahan lambung dan usus, analgetic-antipyretic merusak ginjal, hati, dan darah. Pendengaran pun bisa menurun, muncul keluhan tujuh keliling (vertigo), dan mungkin kuping terasa berdenging (tinnitus). Selain itu, sel darah putih bisa berkurang, atau mudah teiradi perdarahan di organ mana saja akibat menurutmya zat pembeku darah.

    Akibat rutin minum obat sakit kepala mungkin mendadak malah timbul demam tinggi tanpa sebab yang jelas. Bisa juga muncul depresi, kejang-kejang, atau perubahan perilaku. Jika kelebihan dosis, pernapasan akan tertekan, dan mungkin berakhir fatal.

    Ada pula jenis obat sakit kepala yang memakan darah. Haemoglobin, zat utama dalam sel darah merah, bisa ikut terganggu pula. Selain itu sel darah merah gampang hancur, sehingga yang doyan minum obat sakit kepala bisa kurang darah (anemia haemolytic).

    Obat golongan ini ada juga yang merusak ginjal. Jika kebanyakan, lama kelamaan bisa berakhir gagal ginjal. Selain itu, ada pula jenis yang punya sifat pencetus kanker ginjal, dan kandung kemih.

    Analgesic-antipyretic tergolong obat paling sering menimbulkan alergi. Yang berbakat alergi tak tahan terhadap beberapa jenis atau semua jenis obat golongan ini. Begitu minum atau disuntik, langsung muncul alergi kulit berupa biduran (kaligata). Jika berat, mungkin disertai sesak napas, mual-muntah, dan bisa jadi sampai serangan syok.

    Nyeri kepala, dan segala keluhan nyeri lain, sebetulnya cuma gejala dari suatu penyakit. Cukup banyak penyakit dengan gejala nyeri kepala. Kesalahan sering terjadi sebab yang acap diobati rasa nyerinya, dan bukan penyakit yang menimbulkan rasa nyerinya.

    Kita tahu nyeri kepala bisa datang dari mana-mana bagian tubuh, termasuk dari jiwa juga. Nyeri kepala bisa pula berasal dari gigi, radang sinus, gangguan rongga hidung (kelainan sekat hidung), atau penyakit lambung. Selama penyakitnya tidak diobati, keluhan nyeri kepalanya muncul terus.

    Jiwa yang gundah, pikiran yang tegang, emosi yang gulana, bisa muncul sebagai keluhan nyeri kepala juga. Tentu yang harus diobati jiwanya, bukan nyeri kepala tegangnya.

  • Nah sedikit info ini semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan🙂

    Sumber

    http://www.acehforum.or.id/

    http://kumpulan-artikel-menarik.blogspot.com/